Fish

Selasa, 06 Desember 2011

Price List Careuh Coffee

Kopi Luwak " CAREUH COFFEE "

Careuh Coffee (kopi luwak)
Careuh Coffee merupakan kopi luwak hasil produksi penangkaran Luwak sehingga kualitasnya dapat terjaga sesuai standar.
Kopi yang digunakan dengan jenis arabika yang ada di kawasan wisata Ciwidey - Kawah Putih Bandung Selatan.
sehingga menghasilkan Kopi Luwak Asli " Careuh Coffee " yang berkualitas denga cita rasa yang Unik, Khas, Eksotis.


Tersedia dalam berbagai Kemasan :
1. Kemasan Sachet  siap seduh Netto : 8 Gr, Price : Rp 20.000,- / Sachet
2. Kemasan Box Bubuk (Grounded Bean)  Netto : 50 Gr, Price : 80.000,-
3. Kemasan Box Bubuk (Grounded Bean)   Netto : 100 Gr, Price : 140.000,-
4. Kemasan Alumunium foil Roasted Bean Netto : 100 Gr, Price : 130.000,-

Bagi yang ingin bertanya tanya bisa kirim ke careuhcivetcoffee@gmail.com

Konsumen Careuh Coffee


Alhamdulillah Careuh Coffee Shop yang ada di daerah wisata Kab. bandung tidak hanya dikunjungi oleh konsumen dari wisatawan domestik tapi juga oleh wisatawan manca negara......
Mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi kami semua....

Selasa, 29 November 2011

Kopi Luwak

Kopi Luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, namun baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 per 450 gram.
Sejarah
Asal mula Kopi Luwak terkait erat dengan sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-18, Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di koloninya di Hindia Belanda terutama di pulau Jawa dan Sumatera. Salah satunya adalah bibit kopi arabika yang didatangkan dari Yaman. Pada era "Tanam Paksa" atau Cultuurstelsel (1830—1870), Belanda melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi, akan tetapi penduduk lokal ingin mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Kemudian pekerja perkebunan akhirnya menemukan bahwa ada sejenis musang yang gemar memakan buah kopi, tetapi hanya daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna. Biji kopi dalam kotoran luwak ini kemudian dipunguti, dicuci, disangrai, ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas, maka terciptalah kopi luwak. Kabar mengenai kenikmatan kopi aromatik ini akhirnya tercium oleh warga Belanda pemilik perkebunan, maka kemudian kopi ini menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses pembuatannya yang tidak lazim, kopi luwak pun adalah kopi yang mahal sejak zaman kolonial.
Luwak, atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Biji kopi seperti ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami dalam perut luwak. Dan konon, rasa kopi luwak ini memang benar-benar berbeda dan spesial di kalangan para penggemar dan penikmat kopi.
Kopi Luwak yang diberikan oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono kepada PM Australia, Kevin Rudd, pada kunjungannya ke Australia di awal Maret 2010 menjadi perhatian pers Australia karena menurut Jawatan Karantina Australia tidak melalui pemeriksaan terlebih dahulu. Pers menjulukinya dung diplomacy.